7 Syarat Menikah bagi Laki Laki Menurut Islam

Apa Syarat Menikah Bagi Laki Laki Menurut Islam? Inilah yang perlu kita identifikasi dan persiapkan untuk menikah menurut Islam atau Kantor Urusan Agama atau KUA.

Syarat Menikah bagi Laki Laki Menurut Islam

Karena memang ada beberapa dokumen yang harus disiapkan oleh pengantin pria untuk akad nikah. Baik itu duda atau perjaka.

Misalnya, persyaratan pernikahan seorang pria yang diceraikan memerlukan keterangan duda, baik keterangan cerai jika duda karena perceraian, atau keterangan cerai mati, karena ditinggal istrinya meninggal dunia.

Secara umum, syarat menikah bagi pria di tahun ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Begitu juga kemungkinan untuk tahun-tahun berikutnya.

Jika akad nikah tidak dilaksanakan sesuai dengan tempat tinggal mempelai laki-laki, di kecamatan yang berbeda, di kabupaten yang berbeda atau di provinsi yang berbeda, maka harus melampirkan syarat-syarat numpang nikah pria untuk melangsungkan pernikahan.

Ini tentu saja umum, misalnya persyaratan pernikahan yang sebelumnya dijelaskan. Ini berisi informasi tentang kebutuhan, persyaratan, biaya dan hal-hal lain yang terkait dengan pernikahan di KUA.

Dan yang penting dipersiapkan sebagai syarat bagi calon mempelai laki-laki untuk menikah baik menurut Islam maupun syarat nikah laki-laki di KUA.

Mari kita mulai dengan membahas Syarat Menikah bagi Laki Laki Menurut Islam.

A. Syarat Menikah Bagi Laki Laki Menurut Islam

Syarat Menikah bagi Laki Laki Menurut Islam

Syarat-syarat nikah laki-laki menurut Islam, selain dari dokumen-dokumen yang perlu disiapkan, banyak hal yang perlu disiapkan calon mempelai pria.

Hal ini tentunya menjadi syarat sahnya pernikahan menurut syariat Islam. Persyaratan ini memperkuat rukun pernikahan yang sah atau tidak.

Syarat-syarat dalam Islam bagi seorang pria untuk menikah adalah sebagai berikut:

  • Pengantin laki-laki seorang muslim dan beriman
  • Pengantin jelas laki-laki atau lelaki sejati, bukan seorang banci atau waria.
  • Pengantin laki-laki bukan mahram calon mempelai wanita.
  • Pengantin laki-laki mengetahui wali nikah wanita yang sebenarnya.
  • Pengantin laki laki tidak sedang Ihram atau haji/umroh.
  • Pengantin laki laki menikahi pengantin wanitanya atas kemauan sendiri, bukaan paksaan perintah orang lain
  • Pengantin laki laki tidak dalam kondisi memiliki 4 orang Istri saat akan akad nikah.

Selain itu, persyaratan pernikahan dalam Islam membutuhkan dua saksi untuk pernikahan. Saksi juga harus laki-laki, bukan perempuan.

Ada juga syarat bagi saksi itu sendiri yang harus dipenuhi. Adapun syarat-syarat calon mempelai pria dalam pernikahan adalah sebagai berikut:

  • Minimal dihadiri ada 2 orang saksi.
  • Saksi pernikahan seorang laki-laki muslim, dan bukan seorang perempuan.
  • Saksi pernikahan dalam kondisi sehat jasmani, rohani, dan akal pikiran dapat berpikir jernih.
  • Saksi telah akhil balig atau dewasa.
  • Saksi memahami kalimat ijab qobul.
  • Saksi bisa mendengar dengan baik, melihat, dan berbicara dengan baik.
  • Saksi merupakan orang yang bebas merdeka, tidak sedang dalam kondisi tekanan atau pengaruh

Setelah membahas Syarat Menikah bagi Laki Laki Menurut Islam, mari kita membahas syarat menikah bagi laki-laki di KUA.

Baca juga: Syarat Wali Nikah dalam Islam

B. Syarat Menikah Bagi Laki-laki di KUA

Syarat Menikah bagi Laki Laki Menurut Islam

Selain itu banyak hal yang perlu dipersiapkan sebagai dokumen nikah dan yang perlu disertakan saat mendaftarkan nikah di KUA adalah sebagai berikut :

  • Fotokopi KTP Pengantin Pria
  • Fotocopy saksi
  • Fotocopy kartu keluarga Pengantin Pria
  • Fotocopy akta kelahiran Pengantin Pria jika tidak ada bisa dengan izasah sekolah terakhir.
  • Foto copy surat keterangan dari dokter (Jika diminta oleh KUA setempat).
  • Fotokopi ijazah sekolah.
  • Pas foto pengantin pria 2×3 sebanyak 4 lembar dan 4 x 6 sebanyak 2 lembar
  • Surat cerai Apabila pihak pria setelah bercerai sebelumnya (diperlukan untuk syarat nikah duda).

Dari persyaratan tersebut dilakukan proses pendaftaran khususnya untuk mengisi blangko N1, N2, N3 dan N4 dan lain-lain dari RT, Kelurahan, KUA, hingga KUA tempat menikah jika bertempat tinggal KTP laki-laki berbeda.

Maka dalam hal ini banyak hal yang harus dilakukan yaitu membawa surat pengantar dari RT atau RW ke Kelurahan.

Surat pengantar RT/RW ini untuk isi Surat Keterangan Nikah (N1), Surat Keterangan Asal usul (N2), Surat Keterangan persetujuan mempelai (N3), surat pemberitahuan kehendak nikah (N7), yang diperlukan pada saat calon pengantin pengantin mengalami hambatan atau berhalangan.

Selain itu, izin pengadilan ditambahkan juga jika, misalnya, upacara perkawinan tidak mendapat persetujuan dari orang tua atau wali.

Mereka yang menikah di bawah usia 19 tahun untuk pria dan 15 tahun untuk wanita harus dibutuhkan dispensasi oleh pengadilan agama. Tambahan untuk anggota TNI harus disetujui oleh atasannya.

Baca juga: 9 Syarat Nikah dalam Islam dan KUA

C. Hal-hal yang Harus Diperhatikan saat Menikah di KUA

Setelah mengetahui Syarat Menikah bagi Laki Laki Menurut Islam, ada baiknya anda mengetahui juga hal yang harus diperhatikan saat menikah di KUA.

Lalu ada banyak hal penting yang harus diperhatikan saat akan menikah di KUA. Dalam hal ini batas waktu pendaftaran nikah di KUA.

KUA menerima layanan pendaftaran nikah selama jam kerja. Tapi apakah ada batas waktu untuk pendaftaran, silakan dipelajari dengan seksama.

Tetapi ada orang yang melakukan 10 hari sebelum akad nikah dilangsungkan. Namun demikian, akan lebih baik jika pendaftaran dilakukan 1 bulan sebelum pernikahan.

Baca juga: Batas Waktu Pendaftaran Nikah di KUA

Selain itu, masih banyak hal lain yang perlu dipersiapkan. Dalam hal ini mengacu pada surat nikah. Ada beberapa jenis surat yang harus disertakan.

Sebagaimana telah dibahas di atas, salah satu surat tersebut adalah surat pengantar RT/RW, surat N1, surat N2, surat N3, surat N4, dan surat N7.

Untuk pengurusan dokumen surat ini, biasanya adalah 1-2 hari. Tapi ada yang sampai seminggu. Tergantung waktu kegiatan dan respon pihak kelurahan dan pihak KUA di lapangan.

Kemudian, sebelum Anda berkunjung ke KUA untuk mengurus proses pendaftaran, ada banyak hal yang perlu Anda pahami yaitu biaya nikah di KUA.

Biaya pernikahan di KUA gratis. Namun, jika Anda ingin di rumah, gedung atau di luar wilayah kerja KUA, Anda akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 600.000. Pembayaran biaya dilakukan melalui bank yang ditunjuk oleh KUA.

Jika Anda sudah menikah dan mendapatkan buku nikah, lihatlah hasil buku nikah. Berikut beberapa ciri buku nikah palsu:

  • Ketidaksimetrisan pada potongan buku dan Lambang Garuda,
  • Kertas terlihat lebih tipis dan murahan,
  • Hologram terlihat lebih mengkilap,
  • Jika dilihat dengan sinar ultraviolet di setiap lembar halamannya tidak terlihat Lambang Garuda.

D. Proses Pendaftaran Nikah di KUA

Syarat Menikah bagi Laki Laki Menurut Islam

Setelah itu, tata cara pendaftaran nikah di KUA tentunya harus dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2018 tentang pencatatan Perkawinan.

Namun, sebelum mendaftar, cari tahu kapan akad pernikahan akan dilaksanakan. Sehingga, yang harus Anda lakukan selanjutnya hanyalah mengisi formulir pendaftaran.

Hal-hal yang perlu diisi dalam pendaftran nikah di KUA adalah sebagai berikut:

  • Pendaftaran kehendak perkawinan di KUA Kecamatan tempat akad dilaksanakan.
  • Pendaftaran kehendak perkawinan paling lama 10 hari kerja, sebelum dilaksanakan perkawinan. Ini terkait batas waktu pendaftaran nikah di KUA.
  • Pendaftaran kehendak perkawinan dilakukan kurang dari 10 hari kerja, calon pengantin harus mendapat surat dispensasi dari camat tempat akad dilaksanakan.

Adapun syarat syarat nikah laki-laki yang tercantum di atas dan kumpulan syarat nikah wanita adalah:

  • Mengisi formulir pendaftaran.
  • Membawa syarat syarat yang sudah disiapkan seperti syarat nikah yang telah tertulis di atas.
  • Melakukan pembayaran biaya nikah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2014.

Baca juga: Jenis-Jenis Tes Sebelum Nikah di KUA

Kesimpulan

Banyak hal yang bisa kita pelajari tentang syarat-syarat menikah laki-laki, baik menurut Islam maupun menurut KUA. Persyaratan ini sebenarnya menjadi umum dari tahun ke tahun.

Dan masih banyak hal-hal yang terkait di atas, termasuk beberapa hal yang diperlukan untuk penyelenggaraan upacara pernikahan dan untuk kelancaran akad nikah.

Bisa dibilang begitu. Semoga informasi yang diberikan akan mempermudah pernikahan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam pernikahan.

Jadi semoga artikel Syarat Menikah bagi Laki Laki Menurut Islam ini bermanfaat.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!