Surat Nikah: Penjelasan, Cara Mengurus dan Dokumen

Surat Nikah: Penjelasan, Cara Mengurus dan Dokumen | Bagi Anda yang ingin menikah, berikut penjelasan Surat Nikah selengkapnya: Tata Cara dan Pedoman persiapan Dokumen untuk membuat Surat Nikah.

Surat Nikah: Penjelasan, Cara Mengurus dan Dokumen

Saat mempersiapkan surat nikah, salah satu hal yang cukup menyulitkan pengantin baru adalah mengurus surat nikah.

Ada banyak persyaratan, persiapan, dan tahapan yang harus dilalui. Berikut ulasan lengkapnya:

Apa itu Surat Nikah?

Merujuk pada Pasal 1 UUP nomor 1 tahun 1974, pernikahan adalah suatu ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita untuk membentuk rumah tangga yang kekal dan bahagia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sebagai bagian dari masyarakat yang beragama Islam, pernikahan tersebut dibuktikan dengan penyerahan buku nikah oleh KUA setempat.

Secara definisi, buku nikah atau surat nikah adalah dokumen hukum berupa kutipan akta nikah sebagai bukti sahnya suatu pernikahan.

Proses penyerahan buku nikah dapat dilakukan setelah kata “sah” diucapkan oleh beberapa saksi nikah.

Jadi, di mana ada akad nikah, maka dua orang yang berbahagia secara sah adalah suami dan istri.

Usai berdoa memohon berkah Allah SWT, petugas KUA langsung membantu pengantin baru menandatangani surat nikah.

Kemudian mempelai pria diminta untuk membacakan Sighat ta’lik yang tertera di buku nikah.

Membaca shigat ta’lik sendiri merupakan upaya melindungi negara dalam kaitannya dengan hak-hak perempuan.

Dokumen Surat Nikah

Surat Nikah: Penjelasan, Cara Mengurus dan Dokumen

Penjelasan mengenai dokumen dan syarat lengkap bisa dilihat disini Persyaratan dan Biaya Nikah di KUA

Berikut beberapa dokumen yang perlu disiapkan untuk mengurus surat nikah:

Dokumen calon pengantin Laki-Laki

  • E-KTP (Foto Copy)
  • Kartu Keluarga (C1) dan akte lahir
  • Pas foto ukuran 3×4: 2 lembar (Jika calon mempelai perempuan dari luar kecamatan)
  • Pas foto ukuran 2×3: 5 lembar (Jika calon mempelai perempuan dari 1 kecamatan)

Baca juga: 7 Syarat Menikah bagi Laki Laki Menurut Islam

Dokumen calon pengantin Perempuan

  • E-KTP (Foto Copy)
  • Kartu Keluarga (C1) dan akte lahir
  • Kartu Imunisasi TT (Fotokopy) dapat dirus melalaui puskesmas terdekat.
  • Akte cerai (Janda/duda karena bercerai)

Bagi calon pengantin wanita di bawah 16 tahun dan laki-laki di bawah 19 tahun, lampirkan surat dispensasi dari pengadilan agama.

  • Surat izin atasan bagi anggota TNI/Polri
  • Surat Kematian Ayah (Jika sudah meninggal)
  • 5 lembar pas foto berlatar biru ukuran 2×3 (Kedua calon mempelai)
  • Surat keterangan wali (Jika wali tidak se-alamat)

Keterangan Surat Nikah

  • Surat N1 : Isilah surat ini sebagai keterangan untuk pernikahan.
  • Surat N2 : Dan surat ini berisi keterangan tentang asal usul tempat tinggal pasangan pengantin.
  • Surat N4 : maka surat ini sebagai surat dengan keterangan orang tua dari pasangan pengantin.
  • Surat N5 : hampir sama dengan surat N4, surat ini berisi surat izin dari orang tua calon pengantin.
  • Surat N6: dan terakhir surat ini sebagai keterangan tentang status pernikahan seorang janda atau duda yang telah berpisah karena kematian.

Baca juga: Foto Buku Nikah: Ukuran, Warna Background dan Contoh

Cara Mengurus Surat Pengantar Nikah

Surat Nikah: Penjelasan, Cara Mengurus dan Dokumen

Untuk mengajukan surat numpang nikah atau surat pengantar nikah, Anda harus melakukan langkah-langkah berikut:

1. Meminta surat pengantar dari RT/RW

Langkah pertama adalah meminta surat pengantar nikah dari RT dan RW berdasarkan domisili Anda.

Untuk meminta surat pengantar ini, Anda hanya perlu membawa fotokopi KK dan KTP Anda.

2. Mengurus surat pengantar di Kelurahan

Langkah kedua adalah dengan membawa surat pengantar dari RT dan RW untuk meminta surat pengantar dari Kelurahan.

Memberikan persyaratan berupa fotokopi KTP, fotokopi KK, foto 4×6 kurang lebih 2 lembar, foto 2×3 kurang lebih 3 lembar, dan surat pengantar dari RT dan RW.

Mengisi formulir N1, N2 dan N4 yang masih berlaku di Kelurahan. Isi surat keterangan juga tidak pernah menikah.

3. Mengurus surat numpang nikah di KUA

Setelah semua proses selesai di Kelurahan, segeralah ke KUA untuk mengurus Surat rekomendasi numpang nikah.

Di KUA ini, siapkan fotokopi kartu keluarga, formulir N1, N2 dan N4, dua foto 4×6 dan 2×3, fotokopi ijazah terakhir dan fotokopi akta kelahiran.

Setelah semua persyaratan terpenuhi, surat rekomendasi untuk surat nikah segera keluar dan Anda bisa memberikannya kepada KUA yang ingin melangsungkan pernikahan Anda.

Pastikan anda melengkapi persyaratan dibawah ini untuk mengurus surat pengantar nikah.

4. Syarat Pengantar Nikah Muslim/Islam (Wanita)

  • Surat Pengantar dari RT/RW.
  • Surat keterangan dari kelurahan dan pengantar N1 s/d N4 .
  • Fotocopy Akta kelahiran/Ijazah Terakhir calon mempelai (2 lembar).
  • Fotocopy KTP-el dan Kartu Keluarga (KK) calon Mempelai dan orang tua (2 lembar).
  • Fotocopy Akta Cerai / Akta Kematian sesuai dengan statusnya (2 lembar).
  • Fotocopy Surat Nikah orang tua calon mempelai.
  • Surat pernyataan status perkawinan bermaterai 10.000.
  • Surat rekomendasi nikah calon mempelai pria.
  • Foto 2 x 3 berwarna calon mempelai sebanyak 4 lembar.

5. Syarat Pengantar Nikah Muslim/Islam (Pria)

  • Surat Pengantar dari RT/RW.
  • Surat keterangan dari kelurahan dan pengantar N1 s/d N4 .
  • Fotocopy Akta kelahiran/Ijazah Terakhir calon mempelai (2 lembar).
  • Fotocopy KTP-el dan Kartu Keluarga (KK) calon Mempelai dan orang tua (2 lembar).
  • Fotocopy Akta Cerai / Akta Kematian sesuai dengan statusnya (2 lembar).
  • Fotocopy Surat Nikah orang tua calon mempelai.
  • Surat pernyataan status perkawinan bermaterai 10.000.
  • Foto 2 x 3 berwarna calon mempelai sebanyak 4 lembar.

Penjelasan lengkapnya sudah kami bahas disini Cara dan Syarat Mengurus Numpang Nikah

Tahapan Mengurus Surat Nikah

Surat Nikah: Penjelasan, Cara Mengurus dan Dokumen

1. Berkas Lengkap

Dokumen ini nantinya akan menjadi bukti yang diperlukan dalam pembuatan surat nikah. Informasi tentang berkas yang harus dibawa dapat diperoleh dari ketua RT/RW tempat tinggal asal tersebut.

2. Meminta Surat Pengantar RT/RW

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menghadiri KUA adalah mendatangi ketua RT/RW di daerah asal dan meminta surat pengantar.

Surat pengantar ini akan digunakan sebagai pengantar sebelum pergi ke desa setempat.

Ketua RT/RW akan menerbitkan surat pernyataan belum menikah dan surat persetujuan orang tua yang ditandatangani oleh kedua mempelai, orang tua dan ketua RT/RW.

3. Datang ke kantor desa

Setelah mengunjungi ketua RT/RW, langkah selanjutnya adalah mendatangi kantor desa setempat.

Tingkatan di kantor Kelurahan, yaitu keabsahan surat yang dibuat oleh ketua RT/RW dengan bukti tanda tangan lurah.

Umumnya pihak Kelurahan akan membuat surat baru berdasarkan surat pengantar yang disiapkan oleh ketua RT/RW, sehingga kedua mempelai harus membuat dengan cara datang sendiri.

Jadi kalau banyak berkas seperti tanda tangan bisa langsung diimplementasikan.

Selain itu, jika Anda ingin surat itu siap dalam satu hari, Anda harus pergi ke kantor lurah di pagi hari, jika tidak, surat itu mungkin akan siap pada hari berikutnya.

4. Mengunjungi Kantor Kecamatan

Setelah itu, mereka pergi ke kantor kecamatan, tetapi jika pengantin berasal dari satu kecamatan, ini tidak diperlukan.

Jika satu kecematan hanya perlu pergi kelurahan dan kemudian bisa langsung hadir di KUA.

5. Kunjungan ke Kantor Urusan Agama (KUA)

Langkah terakhir dalam menyiapkan surat nikah adalah mengunjungi KUA, karena KUA nantinya akan mengeluarkan dokumen yang diperlukan.

Di mana harus dipahami ada dua macam dalam pembuatan surat ini, yang pertama adalah ketika pernikahan berada di luar kecamatan.

Misalnya, jika pengantin pria akan mengadakan pernikahan di kecamatan pengantin wanita, KUA akan mengeluarkan surat untuk numpang pernikahan.

Nantinya, surat ini dibawa ke kecamatan mempelai wanita untuk pendaftaran nikah.

Oleh karena itu, sebelum mengunjungi KUA, Anda perlu menentukan di mana tempat pernikahan akan dilangsungkan. Selain permintaan lokasi dasar, KUA meminta lokasi yang lebih detail.

Hal ini bertujuan untuk menentukan biaya nikah, dimana biaya nikah harus dibayarkan jika melakukan nikah di luar KUA.

Dan jika akad nikah dilakukan di KUA, maka biaya nikah tidak dipungut biaya.

Baca juga: 9 Syarat Nikah dalam Islam dan KUA

Tips Pengurusan Surat Nikah

Surat Nikah: Penjelasan, Cara Mengurus dan Dokumen

1. Siapkan Materai

Ada materai yang membuat surat itu sah di bawah naungan undang-undang, semua surat terdapat materai memiliki arti yang sebenarnya bukan percobaan.

Jadi jika Anda sedang mempersiapkan surat untuk pernikahan, Dimulai dari Anda mengunjungi ketua RT/RW, Kelurahan atau KUA, bawalah materai.

Ada materai 3.000, 6.000 dan 10.000, sebaiknya siapkan materai 10.000 karena materai jenis ini paling sering digunakan.

2. Foto Copy Beberapa dokumen

Seperti yang tercantum di atas, ada banyak dokumen yang perlu disiapkan untuk mendukung pembuatan surat.

Oleh karena itu, untuk memudahkan prosesnya, ada baiknya segala macam dokumen yang dibutuhkan di foto copy. Karena dokumen seperti KTP, KK atau AKTE tidak bisa diberikan aslinya.

3. Berkas Asli Harus Tersedia

Jika hanya membawa foto copy dokumen persyaratan, sudah pasti tidak diperbolehkan.

Dokumen asli juga harus diserahkan untuk pemrosesan pembuatan surat nikah.

4. Siapkan Beberapa Surat Izin

Beberapa izin tersebut kemudian digunakan untuk membantu dalam pembuatan surat nikah. Khusus untuk anggota TNI/POLRI beberapa izin harus disiapkan yang didapat dari komandannya.

Selain itu, kedua mempelai yang menikah di bawah umur memerlukan surat izin dari orang tua dan pengadilan agama.

Hal ini terkait dengan hukum di Indonesia yang memiliki ketentuan mengenai usia yang boleh menikah.

Pernikahan di bawah umur baru dapat dilakukan dengan melampirkan surat dari pengadilan agama yang berisi persetujuan orang tua.

Baca juga: Batas Waktu Pendaftaran Nikah di KUA

Catatan

Tahapan di atas merupakan tahapan pada umumnya. Ada tahapan yang berbeda untuk beberapa daerah.

Demikian informasi mengenai tata cara pengurusan, penyusunan dokumen dan pedoman pembuatan surat nikah.

Semoga bermanfaat.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!