Persyaratan dan Biaya Nikah di KUA

Apa Persyaratan dan Biaya Nikah di KUA? Apakah Anda akan menikah tahun ini? Jika ya, apakah Anda mengetahui persyaratannya dan berapa biaya yang harus dikeluarkan?

Persyaratan dan Biaya Nikah di KUA

Karena jika kita telah mencapai usia yang baik dalam Islam untuk menikah, oleh karena itu kita harus cepat menikah, kita tidak boleh menahan diri.

Jika anda benar-benar tidak tahu apa saja persyaratan untuk menikah, Disini kita akan dengan senang hati membantu Anda, menganalisis beberapa pertanyaan untuk mendapatkan jawaban yang jelas, apa saja persyaratan untuk menikah dengan KUA atau biaya pernikahan di KUA.

Karena anggapan bahwa syarat menikah itu berat adalah salah besar. Bahkan banyak yang mempraktekkannya, dan syarat menikah di KUA pun sederhana. Hal ini tentunya akan semudah syarat menikah di KUA.

Karena saya melihat tidak ada perbedaan yang signifikan antara syarat nikah 2020 atau awal tahun 2021 dengan syarat nikah 2022, opsi ini akan sama dengan syarat nikah KUA 2022 ke depan.

Jadi baca apa saja yang harus dipersyaratkan dan diperlengkapi sebagai prasyarat sebelum pernikahan di Kantor Urusan Agama alias KUA.

A. Syarat menikah di KUA

Persyaratan dan Biaya Nikah di KUA

Mari kita mulai dengan apa yang kita butuhkan. Yang jelas, yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat ke kantor KUA adalah apakah nikah beda provinsi, beda kota atau beda kabupaten dan beda pulau.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah calon mempelai pria telah dan memperoleh surat keterangan nikah dari kantor desa sebelum mendaftarkan nikah ke KUA.

Anda tidak dapat memeriksanya di kantor desa yang alamatnya tidak sesuai dengan KTP Anda. Tempat tinggal harus sesuai dengan KTP. Surat keterangan dari kantor desa juga diperlukan bagi duda dan janda.

Apa syarat nikah bagi laki-laki dan syarat nikah bagi anak perempuan?

Untuk dapat menerima surat keterangan nikah dari pihak Kelurahan, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya adalah sebagai berikut:

  • Surat pengantar dari RT dan RW.
  • Fotokopi KTP,
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK),
  • Fotokopi KTP orang tua.

1. Surat nikah dari desa

Jadi setelah Anda mengisi beberapa berkas yang disebutkan di atas dan bisa menyerahkannya di kantor desa atau kelurahan. Nantinya akta nikah diterbitkan di kantor Kelurahan atau desa, antara lain:

  • Surat keterangan nikah (Surat Model N1)
  • Surat keterangan asal usul (surat model N2)
  • Surat keterangan tentang orang tua (N4)

Oh ya, ada juga surat model N5. Surat lamaran pernikahan ini untuk menikah di bawah usia 21 tahun. Jadi itu adalah pernyataan persetujuan dari orang tua.

Waktu pembuatan akta nikah ini tidak lama. Hanya sekitar 2 – 3 jam saja. Kemudian saya mengurus beberapa surat lainnya di Kantor Urusan Agama (KUA).

Oh ya, saya lupa, jadi sebenarnya banyak peraturan di setiap daerah, salah satunya adalah beberapa berkas yang perlu ditambahkan sebagai file tambahan. Hal ini sesuai dengan kebutuhan daerah.

Namun, saya sempat bertanya mengapa pola surat untuk N1, N2, dan N4 berbeda dari masing-masing kantor subbagian. Ternyata ada aturan dan pola untuk setiap desa atau kantor kecamatan.

Oh ya, kewajiban perkawinan bagi perempuan di desa atau kantor catatan sipil memerlukan surat keterangan tentang vaksinasi tetanus toksoid (TT).

Kemudian ke kantor KUA. Oh ya, bagi laki-laki, jika menikahi seorang wanita dan berikrar dengan mempelai wanita di kabupaten/kota/provinsi lain, maka harus memenuhi syarat numpang menikah.

2. Syarat-syarat Administrasi Menikah di KUA

Setelah itu mengurus persyaratan nikah di KUA setelah dari kantor Kelurahan, dimana akta nikah atau surat-surat yang diterima seperti N1, N2 dan N4 diproses. Kalau sudah, langsung ke KUA. Salah satu persyaratan yang harus dibawa ke KUA adalah sebagai berikut:

  • Berkas surat nikah dari kantor Kelurahan (N1, N2, N4 dan dokumen lain yang diperlukan dari kantor Kelurahan atau Desa).
  • Surat pernyataan bahwa tidak pernah menikah (jejaka), ditandatangani di atas meterai Rp 10.000. Untuk persyaratan pernikahan duda dan duda, diperlukan surat pernyataan duda atau janda, bersama dengan akta cerai atau kematian.
  • Surat pengantar dari RT dan RW.
  • Fotocopy KTP kedua calon mempelai
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) ke-2 kedua mempelai
  • Fotokopi KTP orang tua masing-masing calon pengantin
  • Foto close-up 1/2 badan kedua mempelai dengan ukuran 2×3 kurang lebih 4 buah dan 4×6 kurang lebih 2 buah.
  • Warna background sebenarnya belum ada dalam pembahasan. Tapi untuk amannya, samakan dengan yang ada di KTP.
  • Sertifikat Vaksin (Opsional)

3. Persyaratan pernikahan untuk pria

Dan sebelum berangkat ke KUA, ada tata cara mendapatkan akta nikah dari KUA, yang harus dilampirkan dokumen sebagai persyaratan selanjutnya, termasuk untuk calon suami yaitu

Surat pengantar RT-RW –> surat pengantar dibawa ke kelurahan tempat tinggal calon pengantin pria –> bisa mengisi model N1, N2, N3 dan N4 –> pergi ke KUA untuk menerima surat pengantar untuk rekomendasi Nikah (jika calon istri memiliki alamat lain di daerah/kabupaten).

Catatan:

  • Jika calon istri berada di desa, kelurahan, atau kecamatan yang sama, maka berkas suami diberikan kepada pihak mempelai wanita atau calon istri.
  • Tambahan yang harus dibawa:
    – Fotokopi KTP,
    – Akta Kelahiran dan C1 (Kartu KK),
    – Foto 3×4 = 2 lembar, jika calon wanita berada di luar daerah,
    – Foto 2×3 = 5 lembar, jika calon perempuan memiliki kesamaan wilayah, dari dusun, desa atau kelurahan.

4. Syarat-syarat Menikah duda dan janda

Bagi duda dan janda, persyaratan tambahan untuk perkawinan berlaku pada KUA 2022 sama seperti tahun-tahun sebelumnya, antara lain harus dilampirkan akta cerai asli bagi kedua mempelai yang berstatus duda atau janda.

Berisi sekurang-kurangnya satu salinan surat keputusan keterangan peristiwa atau akta kematian (N6) dari kantor kelurahan atau kantor setempat yang sama sesuai dengan tempat tinggal suami/istri yang meninggal.

Baca juga: Usia Ideal Menikah dalam Islam

5. Persyaratan pernikahan di KUA untuk wanita dan pria

Persyaratan dan Biaya Nikah di KUA

Demikian rangkuman syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menikah di Kantor Urusan Agama bagi perempuan dan laki-laki. Salah satu hal yang harus disertakan sebagai persyaratan adalah:

  • Surat keterangan nikah (Model N1) dari calon pengantin pria dan wanita (kantor Kelurahan),
  • Surat Keterangan Asal-usul (Model N2) dari calon pengantin pria dan wanita (kantor Kelurahan),
  • Surat persetujuan mempelai (Model N3) dari mempelai pria (kantor Kelurahan),
  • Surat keterangan orang tua (Model N4) dari calon pengantin (kantor Kelurahan),
  • Surat pemberitahuan akan menikah (Model N7) jika kedua mempelai yang terdaftar berhalangan hadir dalam prosesi akad atau sebagai pemberitahuan bawah nikah dapat dilakukan oleh wali atau wakilnya.
  • Bukti vaksinasi tetanus toksoid atau penyebutan periode II pertama (1) bagi calon mempelai wanita, kartu vaksinasi dan vaksinasi TT II dari Puskesmas setempat,
  • Membayar biaya pencatatan pernikahan sebesar Rp 30.000.
  • Surat izin dari pengadilan jika jelas tidak ada izin orang tua atau wali yang sah,
  • Foto pasangan calon pengantin dengan ukuran 3×2 kurang lebih 3 lembar,
  • Dispensasi pengadilan untuk calon suami yang belum berumur 19 tahun dan bagi calon istri yang belum berumur 16 tahun atau belum sesuai menurut hukum perkawinan.
  • Pasangan calon pengantin yang ditetapkan sebagai anggota TNI/POLRI wajib membawa surat izin dari atasan masing-masing instansi tempat mereka bekerja.
  • Persetujuan pengadilan jika suami akan beristri lebih dari satu (persyaratan perkawinan poligami),
  • Akta cerai atau kutipan buku pendaftaran  talak atau buku pendaftaran cerai bagi mereka yang cerainya terjadi sebelum berlakunya Undang-undang nomor tujuh tahun 1989,
  • Surat Keterangan Kematian Suami/Istri yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat tinggi lainnya yang berwenang sebagai dasar pengisian model N6 untuk persyaratan duda dan janda yang ingin menikah.

B. Biaya Pernikahan

1. Biaya pernikahan di KUA

Hal ini penting untuk kita ketahui setelah kita mengetahui semua persyaratan untuk menikah di KUA. Kemudian jumlah nominal biaya pernikahan yang harus dibayar.

Dalam hal perkawinan di KUA atau akad di gedung KUA, proses akad tidak dipungut biaya pada hari biasa atau hari kerja, yaitu gratis atau tidak dipungut biaya. Menikah di KUA tidak dipungut biaya, syaratnya pernikahan dilangsungkan pada jam kerja.

2 Biaya Pernikahan Rumah

Namun, jika menikah di akhir pekan atau hari libur dan berhalangan hadir pada jam kerja, atau menikah di luar gedung KUA atau di rumah, akan dikenakan biaya.

Biaya pernikahan di rumah adalah 600 ribu. Dan membayar di bank yang ditunjuk oleh pihak KUA. Kemudian petugas KUA memeriksa arsip yang mereka bawa.

Baca juga: Manfaat Nikah Muda Bagi Perempuan

C. Persiapan pernikahan lain

Lalu ada banyak hal yang harus kita akui sebagai syarat kelengkapan pernikahan. Salah satunya adalah:

  • Jika tempat akad nikah berada di kecamatan yang sama dengan KUA, maka tidak akan diterbitkan surat rekomendasi.
  • Namun jika menikah di gedung/tempat yang berbeda wilayah kabupaten/kota/negara/pulau lain, KUA di kecamatan asal tempat kedudukan KTP mengirimkan surat pengantar ke KUA untuk daerah yang ditunjuk.
  • Jika lokasi pernikahan cocok dengan wilayah KUA tempat pernikahan akan dilangsungkan, maka langkah selanjutnya adalah mencari tahu nama Penghulu. Jadi petugas KUA memeriksa berkas-berkas yang Anda bawa.
  • Ketika persyaratan ditentukan sudah lengkap, rincian calon pengantin akan di input.
  • Proses selanjutnya adalah memberikan nomor yang harus digunakan untuk membayar Penerimaan Negara Bebas Pajak (PNBP) untuk menikah di luar gedung KUA.
  • Baru nanti ada petugas yang akan diinstruksikan oleh kepala KUA untuk menjabat sebagai Penghulu. Dan kepala KUA membacakan berkas tersebut dan mengkonfirmasikannya kepada kedua mempelai.
  • Terakhir, mengatur tentang waktu dan jadwal untuk akad dengan penghulu.

Baca juga: Alasan Menikah di Usia Muda dan Tua

Catatan lain: perkawinan bagi pasangan muslim didaftarkan ke kantor KUA. Namun, untuk perkawinan campuran lainnya, Anda harus mendaftarkan diri ke kantor kependudukan dan catatan sipil setempat.

Sekian artikel mengenai Persyaratan dan Biaya Nikah di KUA, semoga bermanfaat.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!