Senin, 2 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
absaweddings.comabsaweddings.com
absaweddings.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Baru Pertama Kali Traveling? Coba Trik 3 Hari Ini ...

Baru Pertama Kali Traveling? Coba Trik 3 Hari Ini Dulu

Sibuk tapi pengin mulai traveling? Ini panduan ringkas buat pemula: tiga hari, satu kota, tanpa ribet.

Baru Pertama Kali Traveling? Coba Trik 3 Hari Ini Dulu

Kamu tipe orang yang scroll Instagram lihat foto pantai Bali sambil mikir, "Kapan ya gue bisa kayak gitu?" Padahal tiap minggu kerja terus, dan tiap ada waktu luang malah dipakai buat tidur. Tenang, gue juga dulu gitu. Sampai akhirnya gue sadar: traveling buat pemula itu nggak harus dua minggu keliling Eropa. Kadang cukup tiga hari di satu kota yang belum pernah kamu datangi.

Artikel ini bukan buat kamu yang udah punya paspor penuh stempel. Ini buat kamu yang baru mau mulai, yang sibuk, dan yang takut ribet. Gue tulis ringkas aja, biar bisa dibaca sambil nunggu meeting atau di angkot.

Kenapa Tiga Hari Itu Cukup Buat Pemula

Denger kata "liburan", kepala kita langsung mikir cuti seminggu, tiket mahal, dan itinerary padat. Padahal buat pemula, tiga hari itu udah cukup buat nguji nyali. Kamu belajar packing, belajar naik transportasi umum di kota orang, belajar nemu warung makan yang nggak ada di Google Maps.

Baca juga: Anak Kos Sering Salah Langkah: Jebakan Liburan Hemat yang Bikin Boncos

Gue pertama kali traveling sendirian ke Yogyakarta cuma dua malam. Nggak ngapa-ngapain muluk-muluk. Pagi jalan ke Malioboro, siang nyasar ke gang kecil, sore duduk di alun-alun. Pulangnya malah lebih segar daripada habis liburan panjang yang biasanya bikin capek karena jadwal terlalu padat.

Jadi buat kamu yang sibuk, lupakan dulu mimpi keliling Nusantara sebulan. Mulai dari yang kecil. Tiga hari, satu kota, satu tas.

Pilih Kota yang "Ramah Pemula"

Nggak semua kota cocok buat percobaan pertama. Kalau kamu baru mulai, pilih tempat yang transportasinya gampang, makanan murah gampang dicari, dan nggak bikin kamu panik kalau tersesat. Beberapa yang gue rasa aman buat pemula:

  • Yogyakarta — semua orang pernah ke sini, jadi banyak info, banyak hostel murah, dan angkotnya nggak terlalu bikin pusing.
  • Bandung — deket dari Jakarta, udaranya enak, dan kamu bisa jalan-jalan cuma pakai angkot plus jalan kaki.
  • Malang — buat yang pengin sedikit lebih "nge-hits" tapi tetap murah. Kulinernya juara.
  • Semarang — sering dilewatin orang tapi jarang dijadikan tujuan. Padahal kotanya rapi dan makanannya murah meriah.

Gue sengaja nggak masukin Bali atau Labuan Bajo di daftar ini. Bukan karena nggak bagus, tapi buat pemula yang baru pertama kali, biaya dan ekspektasinya bisa bikin tekanan sendiri. Simpan itu buat percobaan kedua atau ketiga.

Yang Penting: Jangan Terlalu Banyak Rencana

Ini kesalahan klasik pemula. Baru pertama traveling, itinerary udah kayak jadwal tour agen. Jam 7 ke sini, jam 9 ke sini, jam 11 makan di sini. Ujungnya kamu bukan liburan, tapi kerja rodi keliling kota.

Pilih maksimal dua tempat per hari. Sisanya biarin kosong. Justru dari kekosongan itu biasanya muncul momen paling seru — nyasar ke pasar lokal, ngobrol sama pemilik warung, atau nemu spot foto yang nggak ada di internet.

Modal yang Beneran Kamu Butuhkan

Banyak pemula gagal berangkat bukan karena nggak punya duit, tapi karena nunggu "cukup". Nunggu gajian, nunggu bonus, nunggu semuanya sempurna. Padahal buat tiga hari di kota terdekat, modalnya nggak sebesar yang kamu bayangkan.

Gue kasih gambaran kasar buat perjalanan tiga hari dua malam dari kota asal kamu (anggap masih di Jawa):

  • Tiket transportasi pulang-pergi: Rp200–400 ribu (bus atau kereta ekonomi)
  • Penginapan hostel atau losmen: Rp100–150 ribu per malam
  • Makan tiga kali sehari: Rp50–75 ribu per hari
  • Transportasi lokal dan tiket masuk tempat wisata: Rp100 ribu
  • Dana darurat kecil: Rp100 ribu

Totalnya sekitar Rp700 ribu sampai 1 juta. Itu angka yang jauh lebih masuk akal daripada bayangan orang soal "liburan". Dan kabar baiknya, kamu bisa nabung itu dalam dua sampai tiga bulan kalau disiplin.

Hal Kecil yang Sering Bikin Pemula Panik

Gue pernah ketemu orang yang batal berangkat cuma karena bingung mau bawa tas apa. Serius. Jadi biar kamu nggak terjebak hal receh kayak gitu, ini beberapa catatan praktis:

Bawa tas ransel ukuran sedang, jangan koper. Buat perjalanan singkat, ransel lebih fleksibel. Kamu bisa naik angkot, jalan di gang sempit, dan nggak perlu repot cari tempat nitip koper.

Bawa power bank dan obat-obatan dasar. Kedengeran sepele, tapi dua barang ini yang paling sering bikin orang panik di tengah jalan.

Jangan takut nanya. Ini yang paling gue tekankan. Pemula sering gengsi nanya arah atau nanya harga. Padahal orang lokal biasanya senang dibantu. Nanya satu kali bisa hemat satu jam nyasar.

Simpan uang tunai secukupnya. Banyak warung dan angkot di kota-kota kecil belum menerima QRIS. Jangan sampai kamu kelaparan cuma karena sinyal atau saldo.

Pulang Bukan Berarti Selesai

Setelah tiga hari itu, kamu bakal sadar satu hal: traveling itu nggak sehoror yang kamu bayangkan. Kamu pulang dengan cerita, mungkin sedikit capek, tapi kepala jauh lebih ringan. Dan biasanya, begitu sampai rumah, kamu udah mulai mikir, "Kapan ya bisa ke kota lain?"

Itu tandanya berhasil. Bukan karena kamu udah ke banyak tempat, tapi karena kamu udah berani mulai. Buat kamu yang sibuk dan baru pertama kali, tiga hari itu udah jadi pencapaian yang layak dirayakan. Nggak perlu nunggu semuanya sempurna. Kadang yang kamu butuhkan cuma tiket pulang-pergi dan keberanian kecil buat berangkat.

Jadi, kota mana yang pengin kamu coba duluan?

Tags: traveling pemula liburan singkat tips perjalanan wisata Indonesia weekend getaway